Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga yang bergerak pada kegiatan ekonomi dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan asli desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan problematika manajemen BUMDes Tetesan Mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Lengkong. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Teori Fungsional Struktural - Robert K. Merton. Problematika memiliki arti sesuatu yang masih menimbulkan masalah yang belum dapat terselesaikan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa manajemen BUMDes Tetesan Mandiri belum sukses mengoperasionalkan BUMDes sesuai tujuan. Bentuk-bentuk usaha BUMDes Tetesan Mandiri terdiri dari usaha PPOB, persewaan kios, dan pembuangan sampah. Dampak BUMDes Tetesan Mandiri bagi kesejahteraan masyarakat desa Lengkong belum dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat. Analisis fungsional struktural pada pengelolaan BUMDes Tetesan Mandiri, terdiri dari konsekuensi fungsi, disfungsi, fungsi manifes, dan fungsi laten. Manajemen BUMDes belum menerapkan sistem sosial yang seimbang karena elemen-elemen tidak saling berintegrasi dan munculnya disfungsi yang terjadi pada sistem pengelolaannya.
Copyrights © 2024