Publish Date
30 Nov -0001
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana Badan Narkotika Nasional (BNN) melihat penggunaan tanaman kratom oleh komunitas Dayak di Kalimantan Barat. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki dampak kebijakan yang diusulkan terhadap praktik kesehatan masyarakat dan budaya. Wawancara dilakukan dengan perwakilan BNN, ahli kesehatan, dan anggota komunitas Dayak. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipan, analisis dokumen, dan wawancara mendalam. Untuk memahami konteks penggunaan Kratom dalam budaya komunitas Dayak, observasi dilakukan. Dokumentasi mencakup kebijakan BNN, karya ilmiah, dan catatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNN mengidentifikasi Kratom sebagai tanaman dengan risiko penyalahgunaan dan efek kesehatan yang merugikan, yang mendorong regulasi ketat dan pelarangan. Di sisi lain, komunitas Dayak melihat Kratom sebagai bagian penting dari praktik pengobatan tradisional mereka dan khawatir bahwa pelarangan akan merusak tradisi dan berdampak negatif pada kesehatan mereka. Ahli kesehatan mengusulkan kebijakan yang lebih seimbang, yang melibatkan peraturan yang ketat, pengawasan yang efektif, dan program pendidikan masyarakat. Penelitian ini menyarankan kebijakan budaya dan lisensi yang sensitif untuk penggunaan Kratom. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan antara menjaga kesehatan masyarakat dan menghormati kearifan lokal
Copyrights © 0000