Publish Date
30 Nov -0001
Penelitian ini mengevaluasi pembentukan budaya minoritas anti-speaker di Desa Cibalung, Cijeruk, Kabupaten Bogor yang dipengaruhi oleh puritanisme Islam di kawasan tersebut. Dengan capaian kualitatif dan metode penetnografi, penelitian ini menganalisis bagaimana mempertahankan nilai-nilai agama dan kebiasaan lokal terutama dalam menetapkan identitas kolektif unik komunitas tersebut. Penelitian tersebut menjabarkan keterlibatan tokoh kunci, proses pembangunan budaya anti speaker dalam masyarakat, dan dampaknya pada hubungan komunitas. Sambil menggunakan kerangka teoretis dari Pierre Bourdieu, penelitian ini meneliti proses habitus identitas kolektif yang meliputi dinamika kekuasaan, serta modal dan mode kolektifitas sebagai kekuatan publik. Penelitian ini juga mengamati bagaimana resistensi komunitas anti-speaker dalam menavigasi tantangan modernitas dan mengkendalikan identitas mereka ketika melintasi batas negara bahkan di era globlisasi. Wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, dan analisis dokumen diharapkan menghasilkan kajian mendalam tentang pembentukan budaya minoritas dan resistensi terhadap perkembangan modernisasi dan globalisasi
Copyrights © 0000