Studi ini mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan intensi untuk mengakses informasi kesehatan seksual melalui aplikasi sosial media Instagram. Penerapan dari model revisi UTAUT digunakan dengan menambahkan konstruksi sikap untuk meneliti intensi menggunakan Instagram dalam upaya untuk mendapatkan informasi kesehatan seksual. Selain itu, studi ini juga melihat proyeksi intensi untuk mengakses edukasi seks melalui Instagram, yang berpotensi untuk memunculkan intensi untuk berinteraksi dengan konten informasi kesehatan reproduksi melalui kerangka model penelitian yang telah diajukan. Studi ini akan menggunakan akun Instagram terbesar mengenai kesehatan reproduksi, @tabu.id sebagai studi kasus. Tabu.id dipilih sebagai akun yang merepresentasikan kualitas informasi kesehatan reproduksi di sosial media Instagram. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis multivariat. Studi ini menggunakan data dari 146 sampel pengguna Instagram yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Pengolahan data yang didapat dari jawaban kuesioner ini akan diolah dengan menggunakan software statistik SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 26 dan LISREL (Linear Structural Relations) 8.50 dengan menggunakan sistem operasi Windows 10 untuk mempermudah serta menghindari kecacatan dalam hasil perhitungan. Hasil studi ini mengindikasikan adanya intensi untuk menggunakan Instagram untuk mengakses informasi edukasi seks, diikuti dengan intensi untuk berinteraksi dengan informasi edukasi seks. Sedangkan, intensi menggunakan Instagram untuk mengakses informasi edukasi seks hanya dipengaruhi oleh Performance Expectancy.
Copyrights © 2023