Latar belakang: Dalam era globalisasi dan digitalisasi, orang telah mengubah cara belajar berkomunikasi bahasa Ingris. Dengan berkembangnya popularitas sosial media, orang di dalam melakukan komunikasi bahasa Inggris semakin terlibat dengan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi mereka. Tujuan: Studi literatur ini bertujuan untuk melakukan identikasi terhadap aspek-aspek yang mempengaruhi kemampuan betrbahasa Inggris seperti budaya sosial media, perbedaan zona waktu, dan frekuensi interaksi dalam berbahasa Inggris, dengan penekanan pada konsekuensi praktis untuk pembelajaran dan pengajaran bahasa. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan sistematik. Tiga faktor yang akan dianalisa terdiri dari aspek budaya, zona waktu, dan frekuensi interaksi. Aspek budaya yang dievaluasi meliputi 1} gaya dalam berkomunikasi,2} preferensi konten, 3) pengaruh norma budaya, dan 4) sikap yang beragam terhadap bahasa. Zona waktu yang dieksplorasi terdiri dari 1) ketersediaan untuk berinteraksi, 2) waktu belajar yang optimal, dan 3) pembelajaran yang asinkron. Sedangkan untuk melakukan evaluasi frekuensi interaksi akan diaplikasikan melalui karakteristik berikut:1} membangun kemampuan berbahasa melalui partisipasi aktif, 2} mekanisme umpan balik, 3} dukungan dan motivasi dari komunitas, 4} beragam bentuk interaksi. Hasil: Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kombinasi sosial media dengan aspek- budaya, zona waktu, dan frekuensi interaksi mempresentasikan peluang dan tantangan dalam mengembangkan kecakapan berbahasa Inggris. Kesimpulan: Aspek budaya, zona waktu, dan frekuensi interaksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana sosial media digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Dengan memahami elemen-elemen tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektiftas strategi pembelajaran bahasa, merangsang pertukaran gagasan yang lebih beragam dan praktek komunikasi. Para pendidik dan pelajar dapat mengembangkan pengetahuan ini untuk mendesain pengalaman belajar bahasa yang lebih efektif, sensitif terhadap budaya, serta efisien terhadap waktu.
Copyrights © 2024