Pada masa pandemi covid-19 pembelajaran sistem online berpengaruh terhadap motivasi, keaktifan, dan hasil belajar anak berkebutuan khusus (ABK). Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh sekolah mitra, yaitu keterbatasan pengalaman guru dalam penatalaksanaan peserta didik inklusi hambatan penglihatan permanen (low vision), interaksi sosial, dan lamban belajar. Anak tidak fokus dalam belajar dan kurangnya perhatian orang tua terhadap masalah pembelajaran online yang dihadapi oleh anak-anak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan strategi individual peer tutoring, mengingat karakteristik peserta didik hiterogen, baik dari segi disabilitas maupun sosial-akademik. Permasalahan motivasi belajar peserta didik yang rendah berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajarnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan motivasi belajar, keaktifan dalam pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui tahapan (1) sosialisasi strategi individual peer tutoring terhadap stakeholder, (2) penerapan individual peer tutoring dan konseling inklusi, serta (3) monitoring-evaluasi peningkatan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa (1) pendampingan tutor sebaya dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan dalam mengikuti pembelajaran dan (2) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Simpulan hasil pengabdian adalah strategi tutor sebaya individual dapat meningkatkan motivasi, keaktifan belajar, dan hasil belajar ABK.
Copyrights © 2020