Sarung Samarinda merupakan kerajinan tenun masyarakat yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Sarung tenun tersebut masih dibuat dengan alat tradisional dengan menggunakan berbagai macam benang yaitu benang sutra yang berasal dari china dan benang nomor dua yang berasal dari Surabaya. Dalam prosesnya, sebagaian besar penenun menggunakan pewarna buatan untuk menghasilkan sarung dengan motif bewarna cerah untuk memikat para konsumen. Tetapi tidak banyak pengrajin tenun yang mengetahui dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan dari aktivitas pewarnaan pada benang tenun, sehingga menurut mereka, limbah yang mereka buang tidak akan berdampak pada lingkungan sekitar. Hal inilah yang menjadi pertimbangan tim pengabdian kepada masyarakat untuk melakukan sosialisasi terkait dampak lingkungan yang dapat terjadi dari limbah pewarna tersebut. Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang terlibat dalam UMKM tenun di Kampung Tenun Samarinda. Setiap kegiatan usaha baik dengan skala besar ataupun kecil, pasti memberikan dampak kepada lingkungannya. Kondisi ini yang ingin disampaikan agar dapat disadari oleh para pelaku UMKM tenun sehingga usaha yang jalankan dapat menyelarasakan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan
Copyrights © 2021