AbstrakPermasalahan yang sering menjadi perhatian dalam dunia pendidikan adalah permasalahan yang berkaitan dengan cara untuk meningkatkan dan mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan proses pembelajaran yang tepat, menyenangkan, sehingga tujuan dengan sendirinya tercapai. Mata pelajaran PKn bagi sebagian besar siswa Kelas VII sebagai mata pelajaran yang dianggap kurang menarik. Ini menyebabkan siswa cenderung mengabaikan, tidak memperhatikan karena disebabkan oleh banyaknya materi yang harus dihafal, dimana siswa terkadang tidak memahami tujuan diberikannya materi PKn. Model Cooperative Learning dengan berbagai tipe cocok sebagai model pembelajaran dalam kurikulum KTSP disaat ini dan sesuai dengan pendekatan teori belajar konstruktivisme. Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofis) pendekatan konsep dalam pembelajaran. Menurut Suparno (1997: 49) mengenai filsafat kontruktifisme adalah pengetahuan dibangun manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperoleh dari konteks yang terbatas (sempit) dan tidak datang dengan sekonyong-konyong. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat, melainkan manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengetahuan nyataâ€. Penelitian yang dilakukan mengangkat permasalahan sebagai berikut: 1) Apakah ada pengaruh hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif dan individual yang diterapkan pada siswa Kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Trenggalek?; 2) Apakah ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi rendah pada siswa Kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Trenggalek?; 3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif, individual dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa Kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Negeri 1 Trenggalek. Hasil penelitian di dapat sebagai berikut: 1) Metode Kooperatif memiliki hasil belajar yang lebih baik dengan jika dibandingkan dengan metode Individual; 2) Siswa dengan motivasi tinggi memiliki hasil belajar yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi rendah; 3) Terdapat interaksi antara penerapan metode pembelajaran kooperatif dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar.Kata kunci : Pembelajaran, Cooperative Learning, Konstruktivisme.
Copyrights © 2023