Kemiskinan merupakan persoalan dimensional dimana tidak hanya melibatkan faktor ekonomi, tetapi juga melibatkan faktor sosial, budaya dan politik. Keluarga yang dikatakan miskin bisa disebabkan oleh beberpa faktor yang saling berkaitan satu sama lain, seperti memiliki pendidikan yang rendah, memiliki kecacatan fisik, tidak memiliki modal dan keterampilan untuk memulai usaha,kurang nya lapangan pekerjaan, tidak ada jaminan sosial, atau hidup di daerah yang terpencil dengan infrastruktur yang terbatas. Melihat kondisi tersebut pemerintah Indonesia mewujudkan kepeduliannya terhadap masalah ketidakcukupan kebutuhan masyarakat yang secara khusus dituangkan dalam peraturan menteri sosial republik Indonesia nomor 25 tahun 2016 tentang bantuan sarana usaha memalui elektronik warung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) melalui E-Waroeng di desa Kambitin Raya Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan jumlah informan sebanyak 5 orang Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model interaktif yaitu, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan hasil dari penelitian melalui wawancara dan observasi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penyaluran program BPNT yang disosialisasikan oleh para petugas dan untuk penyaluran kepada masyarakat penerima program BPNT di Desa Kambitin Raya Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong cukup baik. Kata Kunci: Implementasi, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), E-Waroeng
Copyrights © 2024