ABSTRAK Metode untuk menciptakan tekanan hisap sehingga reservoir dapat merespon danmenghasilkan laju produksi fluida yang diinginkan disebut artificial lift. Sumur KWG P-16merupakan sumur di bawah operasional PT. Pertamina EP Asset 4 Cepu Kawengan Fieldyang diproduksikan menggunakan Artificial LiffPCP. Sumur Artificial Lift ini mengalamibeberapa masalah produksi. Dalam mengatasi masalah tersebut dilakukan analisa kinerjaProgressive Cavity Pump (PCP) di sumur KWG P-16 menggunakan beberapa parameteryang meliputi Productivity Index (PI), Inflow Performance Relationship (IPR), Laju AlirKritis Air (Qc), Laju Alir Kritis Pasir (Qz), Mechanical Properties Log (MPL), PumpDisplacement, Optimum Pump Setting Depth, dan Total Dynamic Head (TDH). Laju alirkritis air (Qc) sebesar 137.37 bpd dan laju kritis pasir (Qz) sebesar 27.2 bpd. Laju produksimaksimum (Qmaks) diperoleh dari hasil analisis kurva IPR Vogel sebesar 454.09 bopd.Laju optimum (Qopt) dan laju produksi ditentukan sebesar 80% dan 364.27 bopd. Halini juga sejalan dengan penempatan pompa yang optimum di kedalaman 1075.42 ft sertanilai total dynamic head sebesar 551.94 ft.
Copyrights © 2023