Pada masa ini kemampuan pemecahan masalah di Indonesia sendiri masih tergolong rendah. Bedasarkan hasil observasi dan wawancara yang pernah penulis lakukan di salah satu SMK Swasta di Kudus menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mereka masih tergolong rendah dikarenakan guru masih mengajar menggunkan metode ceramah selain itu masih banyak siswa yang nilainya masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Apabila masalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah tersebut tidak segera ditangani maka akan berdampak lebih parah seperti siswa kesulitan apabila diberi soal yang berbeda tetapi dengan penyelesaian yang sama, dan juga berdampak pada sikap self-confidency siswa yang rendah. Karena hal tersebut penulis mencoba mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satunya dengan model pembelajaran berbasis masalah yaitu DLPS (Double Loops Problem Solving).
Copyrights © 2020