Pembelajaran matematika di SMA Negeri I Rantau Badauh pada kelas X2 masih sering dijumpai sikap siswa yang sebagian besar kurang antusias ketika pelajaran akan berlangsung, rendahnya respon umpan balik dari siswa terhadap pertanyaan dan penjelasan guru serta pemusatan perhatian terhadap pelajaran yang kurang. Hampir semua siswa pasif, mereka tidak berani berbicara tentang apa yang sudah dan belum diketahui, konsep-konsep yang dimiliki siswa benar atau salah sulit diketahui guru, meskipun guru telah berusaha menjelaskan materi dengan jelas. Untuk itulah maka dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) tentang motivasi belajar matematika siswa melalui model pembelajaran Team Assisted Individualized (TAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar motivasi belajar matematika siswa melalui model pembelajaran Team Assisted Individualized (TAI), di samping itu juga mengetahui sejauh mana tanggapan siswa terhadap pelaksanaan model pembelajaran Team Assisted Individualized (TAI).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan yang dilaksanakan dengan dua siklus, melalui tahap-tahap: perencanaan, tindakan, observasi atau pengamatan dan refleksi. Motivasi belajar matematika siswa diukur dengan angket.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah motivasi belajar matematika siswa secara umum mengalami kenaikan yang dari awalnya sebanyak 98,61% siswa menjadi sebanyak 99,30% siswa di kelas X2 mempunyai motivasi yang paling rendah dengan kriteria cukup baik. Hal ini menurut analisis peneliti dikarenakan sebagai berikut: (1) Penerapan pembelajaran Team Assisted Individualized (TAI) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. (2) Penerapan pembelajaran Team Assisted Individualized (TAI) dapat meningkatkat hasil belajar matematika siswa. Hasil tes yang dilaksanakan pada setiap siklus mengalami kenaikan, pada siklus I nilai rata-rata sebesar 68,68, pada siklus II nilai rata-rata sebesar 73,77.
Copyrights © 2021