Persediaan merupakan salah satu aset yang sangat berharga bagi perusahaan sehingga metode perhitungan persediaan yang digunakan oleh perusahaan harus diperhatikan. Metode penilaian persediaan ada tiga macam yaitu Masuk Pertama Keluar Pertama atau First In First Out (FIFO), Masuk Terakhir Keluar Pertama atau Last In First Out (LIFO) dan Metode Rata-Rata Tertimbang (Average).Metode yang digunakan oleh PT. Artindo Prima Graha adalah FIFO. Sedangkan metode yang diakui oleh perpajakan adalah metode FIFO dan Average. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa metode penilaian persediaan FIFO dan Average serta pengaruhnya terhadap laba kena pajak pada PT. Artindo Prima Graha periode tahun 2010 dan 2011. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dari perusahaan berupa laporan rugi laba tahun 2010 dan 2011. Analisis yang digunakan adalah uji independent sample t-test dan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan program SPSS versi 20.0. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan menggunakan program SPSS versi 20.0 dengan uji independent sample t-test diperoleh bahwa rata-rata harga pokok penjualan dengan metode FIFO lebih besar dari harga pokok penjualan dengan metode average yaitu 1.73629 > 1.70629 sedangkan rata-rata laba kena pajak dengan metode average lebih besar daripada laba kena pajak metode FIFO yaitu 0.16125 > 0.13208. Dari pengujian regresi linear sederhana diperoleh bahwa metode FIFO dan average masing-masing berpengaruh signifikan terhadap laba kena pajak sehingga metode FIFO dan average memiliki kontribusi negatif terhadap laba kena pajak.
Copyrights © 2010