Hampir seluruh sub-sektor pertambangan tumbuh signifikan, khususnya sektor batu bara yang tumbuh hingga 71,26%. Dengan adanya peningkatan pertumbuhan pada perusahaan batu bara, secara umum adalah penjualan akan meningkat sehingga laba akuntansi dan biaya operasional juga meningkat dan akan memengaruhi pajak penghasilan terutang, demikian juga ukuran perusahaan yang besar dengan total aset tetap yang banyak juga dapat memengaruhi besarnya pajak penghasilan terutang, oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh laba akuntansi, biaya operasional dan ukuran perusahaan terhadap pajak penghasilan terutang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 21.0. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2013-2017. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kemampuan laba akuntansi, biaya operasional, dan ukuran perusahaan dalam menjelaskan pajak penghasilan terutang adalah kuat yaitu sebesar 66,1%, sisanya sebesar 33,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel laba akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan terutang, secara parsial variabel biaya operasional tidak berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan terutang, dan secara parsial ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan terutang, serta secara simultan variabel laba akuntansi, biaya operasional, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan terutang.
Copyrights © 2018