Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan kesehatan yang menjadi salah satu penyebab kondisi darurat kesehatan global dengan progresitas penyakit yang sangat cepat di abad 21. Prevalensi diabetes melitus diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya, hingga mencapai 643 juta orang pada tahun 2030. Kondisi DM akan memunculkan sebuah risiko komplikasi baik komplikasi mikrovaskular ataupun makrovaskular, serta akan berdampak pada besaran biaya yang diperlukan untuk sebuah proses terapi medis yang berkelanjutan. Pertimbangan kondisi komplikasi pasien, efektivitas, risiko efek samping, dan harga obat akan sangat menentukan pilihan terapi dan keberhasilan proses terapi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan terapi antidiabetika yang lebih cost effective untuk pasien nefropati diabetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan menggunakan data rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati dalam jangka waktu 1 (satu) tahun. Berdasarkan perhitungan secara ACER penggunaan Glimepiride lebih cost effective, namun secara ICER penggunaan Gliquidone lebih cost effective dibandingkan dengan pilihan terapi yang lain.
Copyrights © 2023