Salah satu karakteristik utama diabetes melitus tipe 2, kumpulan gangguan metabolik, adalah hiperglikemia, gangguan yang disebabkan oleh kelainan pada aksi insulin, sekresi, atau keduanya (Decroli, 2019). Federasi Diabetes Internasional (IDF) memproyeksikan bahwa 463 juta orang dalam usia 20 dan 79 tahun akan menderita diabetes secara global pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melllitus Tipe IIĀ denganĀ masalah keperawatan ketidakstabilan glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah diukur menggunakan glukometer baik sebelum dan sesudah terapi non-farmakologis, dengan teknik relaksasi otot progresif hasil yang diperoleh kadar glukosa darah Tn. R dan Tn. E telah turun. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe II. Perawat harus memberikan terapi relaksasi otot progresif kepada pasien Diabetes Melitus Tipe II sebagai cara nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah.
Copyrights © 2024