Penyakit diare merupakan masalah yang mengancam kesehatan secara serius di berbagai negara berkembang. Diare sebagai pemicu utama morbiditas dan mortalitas pada balita berusia kurang lebih 5 tahun. Diare adalah dimana keadaan pengeluaran feses secara tidak normal dimana pengeluaran terjadi lebih dari 3x dalam 1 hari dan apabila tidak segera dilakukan penanganan, maka dapat menyebabkan kematian. Metode penelitian pada karya tulis ilmiah ini ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus ini berjumlah 2 orang anak usia 3-5 tahun dalam upaya menurunkan frekuensi diare pada anak di Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa implementasi keperawatan pada anak usia 3-5 tahun untuk menurunkan frekuensi diare dengan melakukan tindakan keperawatan secara nonfarmakologis yaitu penerapan pemberian madu dengan dosis pemberian madu 5 cc dalam waktu 3x1 dalam sehari pemberian pada pukul (07.00 wib, 15.00 wib dan 21.00 wib) dan diberikan secara berulang, terdapat perubahan dan teratasi sebagian pada konsistensi feses menjadi sedikit ada gumpalan lembut dengan tepi kasar dan lunak. Penelitian mengambil kesimpulan bahwa terapi pemberian madu efektif dilakukan pada anak berumur 3-5 tahun yang mengalami gangguan pencernaan (Diare) untuk menurunkan frekuensi diare pada anak. Saran bagi perawat mengajarkan ibu anak cara melakukan terapi pemberian madu secara mandiri. Bagi ibu klien diharapkan dapat melakukan secara mandiri dalam pemberian madu dan sesuai dosis yang sudah dijelaskan untuk proses penyembuhan pada anak yang mengalami diare
Copyrights © 2024