Fenomena perpindahan panas digunakan pada pembangkit listrik yang melibatkan antara dua fluida atau lebih pada proses perpindahan panasnya dengan menggunakan heat exchanger atau alat penukar panas untuk melakukan tujuan tertentu. Umumnya heat transfer dilakukan secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Perpindahan kalor merupakan suatu proses mentransfer panas, mengubah panas, memanfaatkan panas, dan menghasilkan panas. Laju perpindahan panas bergantung antara suhu dua kondisi yang berarti jika semakin besar lajunya maka semakin besar pula nilai suhunya.Mekanisme heat transfer digunakan dalam peralatan mesin dimana panas ditransfer bertahap dengan rangkaian seri ataupun secara paralel. Dalam heat exchanger perpindahan panas secara konduksi tidak ada molekul yang berpindah dalam rasio besar karena heat transfer terjadi interaksi antar molekul secara langsung. Sedangkan dalam konveksi perpindahannya terjadi dari suhu tinggi menuju suhu rendah dikarenakan gerakan partikel dari bahan yang mengalir. Perpindahan panas konveksi juga merupakan kombinasi dari gerakan konduksi, penyimpanan, dan pencampuran. Dalam heat exchanger panas yang dilepaskan dari fluida dingin sejenis dengan yang diterima dari fluida panas dan sebaliknya sehingga terjadi kesetimbangan energi. Karyatulis ini mengkaji beberapa topik tentang jenis heat exchanger dan keterkaitannya terhadap kinerja dari pembangkit listrik diantaranya heat exchanger tipe direct contact (spray condenser) PLTP PT. X memiliki efisiensi aktual sebesar 82,35% yang lebih rendah dari efisiensi desain karena adanya exhaust press, pada pembangkit listrik PLTA memiliki alat penukar panas (kondensor) berupa shell and tube, pada pembangkit listrik PLTU memiliki jenis heat exchanger berupa shell and tube tipe sistem Organic Rankine Cycle (ORC), pada pembangkit listrik PLTU memiliki heat exchanger berjenis shell andtube, dan pembangkit listrik di PT. X memiliki jenis penukar panas berupa shell and tube tipe U-Tube
Copyrights © 2022