Depresi merupakan salah satu masalah psikiatri yang paling sering dihadapi oleh pasien-pasien dengan perjalanan penyakit yang bersifat kronis, seperti pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 62 orang pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis dan dipilih secara non-random dengan metode consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat depresi pada penelitian ini adalah kuesioner Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden berada di rentang usia 46-52 tahun, berjenis kelamin laki-laki, telah menikah, tamatan SMA, dan sedang tidak memiliki pekerjaan. Sebagian besar responden telah menjalani hemodialisis selama lebih dari 12 bulan (66.1%) dan paling banyak mengalami depresi ringan (48.4%). Hasil uji korelasi Somers’d didapatkan p-value 0.000 (p<0.05) dengan nilai r -0.589. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan kekuatan korelasi/hubungan yang kuat dan arah korelasi yang negatif (semakin lama pasien menjalani hemodialisis, semakin rendah tingkat depresi yang dialaminya).
Copyrights © 2020