Jurnal Sains dan Kesehatan
Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.

Penggunaan Agen Pengendap terhadap Pengendapan Lantanum dan Neodimium: Use of Precipitating Agents against the Precipitation of Lanthanum and Neodymium

Petricia Hendriana (Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, Indonesia)
Anni Anggraeni (Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, Indonesia)
Ari Hardianto (Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, Indonesia)
Husein H. Bahti (Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
18 Jun 2023

Abstract

Rare earth elements (REEs) are a group of 17 elements including scandium (Sc), yttrium (Y), and 15 lanthanides from lanthanum (La,57) to lutetium (Lu, 71). The global demand for rare earths has increased in technological applications over the last decade due to their chemical, catalytic, electrical, magnetic and optical properties. The majority of the world's rare earths are stored in three minerals basnasite, monazite, and senotime. Monazite consists of monazite (Ce), monazite (Nd), and monazite (La). Lanthanum hydroxide inhibits the development of vascular calcification by lowering serum phosphorus levels while neodymium acts as a magnet in MRI imaging device so diseases can be cured in the presence of contrast compounds. Separation of REEs can be done in various ways, solvent extraction, ion exchange resins, and precipitation. Precipitation technique is chosen because it’s easy, fast, and cheap. Precipitating agents are used in the REEs separation process is expected to provide good recovery results. Precipitation efficiency using different precipitating agents can be seen from the recovery obtained. The highest precipitation efficiency was shown by oxalic acid and ammonium hydroxide of 98.68 and 99.99%, respectively. This review describes how well precipitating agents are used to separate rare earths into their individual rare earths. Keywords: Rare earth elements (REEs), monazite, precipitation, precipitating agent Abstrak Logam tanah jarang (LTJ) merupakan kelompok dari 17 unsur termasuk scandium (Sc), yttrium (Y), dan 15 lantanida dari lantanum (La,57) ke lutetium (Lu, 71). Permintaan global terkait LTJ telah meningkat dalam aplikasi teknologi selama dekade terakhir karena sifat kimia, katalitik, listrik, magnetik, dan optik yang dimilikinya. Mayoritas dari tanah jarang dunia disimpan di tiga mineral basnasit, monasit, dan senotim. Monasit terdiri atas monasit(Ce), monasit(Nd), dan monasit (La). Lantanum hidroksida berperan dalam menghambat perkembangan kalsifikasi vaskular dengan menurunkan level serum fosfor sedangkan neodimium berperan sebagai magnet dalam suatu pencitraan alat MRI sehingga penyakit dapat dibantu disembuhkan dengan adanya senyawa pengontras tersebut. Pemisahan LTJ dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu ekstraksi pelarut, resin penukar ion, dan pengendapan. Teknik pengendapan dijadikan pilihan karena mudah, cepat dan murah. Agen pengendap digunakan dalam proses pemisahan LTJ diharapkan mampu memberikan hasil recovery yang baik. Efisiensi pengendapan menggunakan agen pengendap berbeda dapat dilihat dari recovery yang didapatkan. Efisiensi pengendapan tertinggi ditunjukkan oleh agen pengendap asam oksalat dan amonium hidroksida masing-masing sebesar 98.68 dan 99.99%. Tinjauan ini menjelaskan seberapa baik agen pengendap yang digunakan untuk memisahkan LTJ menjadi tanah jarang individunya. Kata Kunci: Logam Tanah Jarang (LTJ), monasit, pengendapan, agen pengendap

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jsk

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan ...