Perusahaan memiliki kewajiban menyajikan informasi selengkap mungkin untuk memenuhi keinginan dari pemangku kepentingan. Pelaporan terintegrasi merupakan pelaporan relevan di mana dikembangkan The International Integrated Reporting Council (IIRC), yang menggabungkan laporan keuangan, tata kelola, laporan keberlanjutan, dan prospek perusahaan ke dalam satu laporan yang menjabarkan kemampuan dari perusahaan dalam menciptakan serta mempertahankan nilai perusahaan secara jangka panjang. Pelaporan terintegrasi menyajikan informasi secara keseluruhan dan meningkatkan kegunaan pelaporan perusahaan secara lebih efektif, sehingga laporan ini sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi perusahaan secara komprehensif. Tujuan dari penelitian ialah menguji tiga faktor yang mempengaruhi pelaporan terintegrasi meliputi modal intelektual, aktivitas internasional, dan kepemilikan asing. Desain penelitian adalah kuantitatif, di mana digunakan data berupa laporan tahunan perusahaan. Objek penelitian yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Analisis data digunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ialah kepemilikan asing berpengaruh positif pada pelaporan terintegrasi, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepemilikan asing, maka semakin tinggi pengungkapan pelaporan terintegrasi. Modal intelektual dan aktivitas internasional tidak berpengaruh pada pelaporan terintegrasi, menunjukkan modal intelektual yang dimiliki perusahaan serta aktivitas internasional yang dilakukan perusahaan tidak akan mempengaruhi manajemen dalam melakukan pengungkapan pelaporan terintegrasi.
Copyrights © 2024