Dalam menjalankan operasinya, ketika perusahaan semakin besar, akan memperluas usahanya dengan melakukan transaksi perdagangan dengan pihak luar negeri, baik penjualan maupun pembelian, di mana mengandung risiko bisnis karena melibatkan penggunaan mata uang asing, sehingga diperlukan manajemen risiko yang efektif. Transaksi dengan pihak asing dapat menimbulkan risiko perbedaan nilai mata uang dikarenakan adanya fluktuasi dari nilai tukar mata uang sehingga diperlukan keputusan lindung nilai. Lindung nilai dilakukan perusahaan untuk menjaga nilai aset dan liabilitas, serta meminimalisasi risiko bisnis di masa depan. Tujuan penelitian ialah menguji secara empiris atas likuiditas, leverage, peluang pertumbuhan, dan kepemilikan manajerial pada keputusan lindung nilai. Disain penelitian menggunakan kuantitatif, dengan data berupa laporan keuangan dan harga saham penutupan akhir tahun, pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Analisis data menggunakan regresi logistik, di mana menunjukkan hasil likuiditas dan peluang pertumbuhan tidak memiliki pengaruh pada keputusan lindung nilai. Leverage berpengaruh positif pada keputusan lindung nilai, menunjukkan semakin tinggi hutang perusahaan maka semakin besar kemungkinan perusahaan melakukan lindung nilai. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif pada keputusan lindung nilai menunjukkan pada saat manajer memiliki saham perusahaan semakin banyak, kemungkinan lebih berani menanggung risiko untuk tidak melakukan lindung nilai. Hasil penelitian perlu dipertimbangkan dikarenakan dilakukan pada kondisi pandemi, di mana transaksi luar negeri dibatasi karena adanya lock down di beberapa negara.
Copyrights © 2023