Daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah salah satu tanaman yang mengandung tanin, saponin, terpenoid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri Staphylococcus aureus, salah satu bakteri penyebab terbentuknya plak gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak etanol daun kelor menjadi mouthwash dengan variasi konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan dan gliserin sebagai humektan di dalam mouthwash yang mempunyai sifat fisik yang baik dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Optimasi ini menggunakan software Design Expert versi 13.0 dengan metode Simplex Lattice Design. Uji sifat fisik meliputi pH, viskositas, dan bobot jenis. Ekstrak etanol daun kelor didapatkan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil pengujian yang didapat menunjukkan bahwa formula optimum mouthwash yang diperoleh adalah kombinasi 5% tween 80 dan 10% gliserin. Berdasarkan penelitian ini, tween 80 memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pH, viskositas dan bobot jenis dibandingkan gliserin. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa mouthwash ekstrak daun kelor memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan daya hambat sebesar 11,3 mm termasuk dalam kategori kuat.
Copyrights © 2023