AbstrakKabupaten Brebes, Jawa Tengah merupakan daerah yang dominasi penduduknya bekerja pada sektor pertanian dengan sektor unggulan komoditi bawang merah. Sentra Bawang merah Kabupaten Brebes merupakan sentra produksi terbesar di Indonesia selain di Cirebon, Kuningan, Nganjuk, Probolinggo dan Bima. Namun  potensi unggulan tersebut tidak diimbangi dengan tingkat kesejahteraan  petani yang diakibatkan rendahnya posisi tawar petani. Salah satu penyebab rendahnya posisi tawar petani adalah akibat terjadinya fluktuasi harga bawang merah yang disebabkan terjadinya over supply akibat panen raya, masuknya bawang merah impor serta peran tengkulak. Faktor-faktor utama yang mengakibatkan rendahnya posisi tawar petani seperti kurangnya akses serta jaringan pasar, tertutupnya akses informasi harga pasar dan minimnya penguasaan teknologi. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 8 bulan dengan menggunakan pendekatan mix method dengan strategi penelitian studi kasus. Analisis yang dilakukan adalah analisis kebijakan, kapabilitas lokal, pemasaran dan transparansi usaha. Hasil dari analisis adalah  temuan studi berisi fakta-fakta di lapangan yang bermuara akhir pada sebuah kesimpulan yang merupakan jawaban pertanyaan penelitian yaitu model rantai nilai pemasaran di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kata Kunci : rantai nilai, posisi tawar petani, pengembangan ekonomi lokal
Copyrights © 2014