AbstrakPertumbuhan penduduk dan ekonomi di kota-kota besar di Indonesia khususnya di Kota Tangerang semakin memacu perkembangan pada pusat pelayanan yang ada, seperti pemukiman, industri maupun perdagangan. Hal ini mempengaruhi tingkat kebutuhan transportasi yang memadai untuk menunjang kegiatan karena apabila prasarana dan sarana tidak dapat menunjang kegiatan maka akan terjadi kemacetan lalu lintas. Berdasarkan perda No.6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang 2012-2023, Kota Tangerang merencanakan pengembangan prasarana dan sarana baru jaringan kereta api intra kota yang menghubungkan antar pusat pelayanan, maka dari itu diperlukan adanya alternatif alat transportasi massal lain selain kereta api yang memiliki kelebihan dibandingkan alat transportasi massal yang ada. Untuk menentukan alat transportasi massal yang tepat untuk diterapkan pada Kota Tangerang, maka perlu adanya evaluasi mengenai beberapa alat transportasi massal yang memungkinkan dikembangkan di Kota Tangerang. Studi ini mengevaluasi upaya pengembangan Busrel dan Bus Terpandu di Kota Tangerang. Evaluasi ini dibuat untuk penanganan masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di dalam Kota Tangerang dengan cara mengevaluasi alat transportasi massal yaitu Busrel dan Bus Terpandu.Â
Copyrights © 2014