Terminal Bandar Raya Payung Sekaki merupakan terminal terbesar dan terlengkap di Indonesia dengan jangkauan pelayanan ke seluruh wilayah Pulau Sumatera dan beberapa kota di Pulau Jawa yang terletak di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tidak berfungsi secara optimal. Untuk melihat faktor penyebab tidak optimalnya fungsi Terminal Bandar Raya Payung Sekaki dari beberapa aspek, maka analisis data dilakukan melalui beberapa pendekatan. Dari keseluruhan analisis tersebut diatas, diperoleh kesimpulan bahwa jika dilihat dari perencanaan Terminal Bandar Raya Payung Sekaki sesuai dengan rencana jangka panjang Kota Pekanbaru, pemilihan lokasi dinilai tepat karena sesuai dengan jaringan jalan menuju dan keluar Kota Pekanbaru. Sedangkan jika dilihat dari gambaran yang diperoleh dari hasil wawancara, penyebaran kuisioner, perhitungan traffic counting dan pengamatan langsung dilapangan yang menggambarkan persepsi masyarakat dan keadaan dilapangan, maka diperoleh kesimpulan bahwa faktor penyebab tidak optimalnya fungsi terminal adalah banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakuakan oleh pengemudi bus sehingga tumbuh terminal-terminal bayangan disekitar Terminal Bandar Raya Payung Sekaki akibat kurangnya peran dan kerjasama aparat pemerintahan dalam menegakkan peraturan. Dari hasil analisis kebijakan diperoleh temuan studi berupa adanya penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pemberi izin berdirinya pool-pool bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi)/AKDP(Antar Kota Dalam Propinsi) disekitar Terminal Bandar Raya Payung Sekaki yang berubah fungsi menjadi terminal-terminal bayangan.Kata kunci: terminal, traffic counting, persepsi masyarakat
Copyrights © 2011