Pendahuluan: Pengelolaan lahan hutan secara berkelanjutan adalah paradigma baru melalui pendekatan konservatif. Di sisi lain pengelolaan agroforestry lada dapat dikembangkan pada kawasana hutan yang telah dikelola, khususnya pada Kabupaten Belitung yang memiliki komoditas lada cukup besar. Metode: Penulisan ini menggunakan metode studi literatur untuk mendapatkan pemaham terkait peran kebijakan perhutanan sosial dalam penerapan agroforestry lada di Kabupaten Belitung. Metode studi literatur dilaksanakan dengan pengumpulan bahan bacaan yang berkaitan dengan tantangan, peluang, dan prospek agroforestry lada. Temuan: Pemerintah Indonesia berkeinginan agar kebijakan perhutanan sosial dapat mengatasi permasalahan ataupun konflik lahan, mengurangi laju perubahan tutupan lahan hutan, mengurangi kemiskinan sistemik, membangun batas, dan mendaftarkan tanah di kawasan hutan sebagai milik masyarakat. Selanjutnya, pemerintah berkeinginan untuk meningkatkan pengelolaan hutan dan restorasi di zona penyangga di kawasan kritis yang dilindungi. Kesimpulan: Dengan ini kebijakan perhutanan sosial diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan dalam mengkonversi hutan menjadi usaha pertanian secara tunggal. Untuk itu, penerapan agroforestry sangat diperlukan, khususnya dalam menghasilkan manfaat lingkungan global lainnya sepertihalnya dalam melakukan konservasi keanekaragaman hayati.
Copyrights © 2024