Penelitian ini mengeksplorasi dampak dari strategi manajemen SDM yang inovatif terhadap kinerja karyawan di PT. Borneo Bintang Pasifik, dengan fokus pada peran mediasi pengembangan kompetensi digital dan pengalaman karyawan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan pemodelan persamaan struktural (SEM) dengan Smart PLS, data dikumpulkan dari sampel 70 karyawan melalui pengambilan sampel acak. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi digital secara signifikan memediasi hubungan antara strategi SDM yang inovatif dan kinerja karyawan (β = 0,496, p = 0,000), yang menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan literasi digital yang berkelanjutan untuk produktivitas tenaga kerja. Namun, efek mediasi dari pengalaman karyawan terhadap kinerja tidak signifikan (β = 0,020, p = 0,833), yang mengindikasikan bahwa keterlibatan dan kepuasan saja mungkin tidak secara langsung meningkatkan kinerja. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun praktik-praktik SDM yang inovatif berkontribusi pada pengalaman kerja yang positif, penyelarasan praktik-praktik ini dengan inisiatif pengembangan keterampilan yang ditargetkan sangat penting untuk mencapai hasil organisasi yang berkelanjutan. Studi ini memberikan wawasan praktis bagi para pemimpin SDM, menyoroti perlunya mengintegrasikan upaya pengalaman karyawan dengan program kompetensi digital untuk mengoptimalkan kinerja dan mempertahankan keunggulan kompetitif dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Copyrights © 2024