Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tambak udang di wilayah pesisir Anyer dan Carita tidak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku dan tidak terawasi keberadaannya. Limbah hasil kegiatan tambak udang dapat mencemari perairan sekitar. Limbah tersebut dapat mengandung patogen seperti infectious myonecrosis virus (IMNV) yang berbahaya dan mengancam pembudi daya udang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan infectious myonecrosis virus (IMNV) pada lingkungan perairan dan carrier yang terdapat di sekitar tambak udang di wilayah pesisir Anyer dan Carita. Deteksi IMNV menggunakan sampel kelomang, teritip, dan air dengan metode Real-time quantitative Reverse Transcriptase-PCR (qRT-PCR). Hasil qRT-PCR menunjukkan 6 sampel terdeteksi IMNV yang tersebar di 4 lokasi dengan nilai Ct 36,97 (stasiun 1.1), 35,95 (stasiun 5.1), 35,59 (stasiun 5.2), 35,05 (stasiun 6.1), 35,22 (stasiun 6.2), dan 35,54 (stasiun 7.1).
Copyrights © 2024