Penuaan adalah fase kehidupan yang dialami oleh semua manusia dan ditandai oleh penurunan fungsi tubuh yang progresif. Hipertensi adalah masalah kesehatan utama pada lansia, dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Lansia di Cianjur memiliki prevalensi hipertensi sebesar 71,08%. Hipertensi dapat dikendalikan melalui terapi farmakologi dan non-farmakologi seperti senam tera. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari 30 lansia dengan hipertensi di Puskesmas Cianjur Kota, dibagi menjadi kelompok eksperimen (senam tera) dan kontrol (senam hipertensi). Data tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired t-test untuk data yang terdistribusi normal. Hasil: Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi terdistribusi normal (p>0,05). Pada kelompok eksperimen, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 162,07 mmHg menjadi 137,93 mmHg, dan tekanan darah diastolik menurun dari 97,20 mmHg menjadi 81,87 mmHg. Pada kelompok kontrol, tekanan darah sistolik menurun dari 167,47 mmHg menjadi 154,87 mmHg. Kesimpulan: Senam tera efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis untuk mengontrol hipertensi pada lansia.
Copyrights © 2024