Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan jalan umum oleh pedagang pasar tradisional terhadap kemacetan lalu lintas di Pasar Pannampu, Kota Makassar. Seiring dengan berkembangnya sektor informal, aktivitas pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan utama pasar sering kali menimbulkan gangguan terhadap kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada jam sibuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui survei kuesioner kepada pengendara dan observasi langsung di lokasi penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberadaan pedagang kaki lima berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemacetan, memperlambat mobilitas kendaraan, dan menyebabkan ketidakteraturan lalu lintas. Selain itu, penataan pasar yang kurang efisien turut memperburuk masalah ini. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah kota Makassar meningkatkan kebijakan penataan ruang dan pengaturan pedagang kaki lima agar lebih terstruktur, serta mempertimbangkan alternatif seperti penyediaan tempat berdagang yang terpisah dari jalan utama. Penelitian ini juga mendorong perlunya kajian lebih lanjut untuk mengeksplorasi solusi kebijakan berbasis teknologi guna meningkatkan manajemen arus lalu lintas di area pasar tradisional.
Copyrights © 2024