Hernia diafragmatika merupakan kondisi yang mengancam jiwa pada kucing yang memerlukan diagnosis segera dan pendekatan sistematis untuk penanganannya. Laporan kasus ini menyoroti peran penting oksigenasi prabedah dalam meningkatkan keamanan dan keberhasilan penanganan bedah hernia diafragmatika pada kucing. Seekor kucing domestik berbulu pendek betina, bernama Mini, dirujuk ke klinik PDHB Drh Anton SAP karena lesu dan tidak dapat buang air besar. Pemeriksaan radiografi menunjukkan garis diafragma yang terganggu dengan peningkatan kekeruhan tengkorak, yang menunjukkan perpindahan organ gastrointestinal ke dalam rongga toraks, termasuk lambung, usus halus, dan usus besar. Kucing tersebut didiagnosis menderita hernia diafragmatika. Sebelum intervensi bedah, oksigenasi prabedah diberikan untuk menstabilkan pasien dan mengurangi risiko hipoksia. Pembedahan melibatkan reposisi organ perut dan perbaikan diafragma yang pecah. Perawatan pascaoperasi mencakup pemantauan intensif dan pemberian antibiotik dan analgesik. Setelah satu minggu pemulihan, kucing tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan luka operasi yang telah sembuh dan kondisi klinis yang stabil, dan dipulangkan dalam keadaan sehat.
Copyrights © 2024