Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) untuk pertama kalinya menyelenggarakan festival kebudayaan nasional bertingkat nasional, Pekan Kebudayaan Nasional. Humas pemerintah, khusunya humas Kemendikbud, melakukan publikasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan siaran pers. Siaran pers dikonstruksi dan dibingkai sedemikian rupa agar Pekan Kebudayaan Nasional dapat dipresentasikan ke publik dengan kesan dan citra yang positif. Maka dari itu, peneliti ingin melihat bagaiam konstruksi framing Pekan Kebudayaan Nasional oleh humas Kemendikbud dalam siaran pers pada website kemdikbud.go.id. Penelitian ini menggunakan teori, konsep, dan metode framing dan menggunakan data berupa siaran pers yang terkait dengan Pekan Kebudayaan Nasional yang terdapat pada website kemdikbud.go.id. Hasil penelitian menunjukkan siaran pers dibingkai oleh humas Kemdikbud bahwa Pekan Kebudaayaan Nasional sebagai upaya Kemendikbud dalam agenda pemajuan dan ketahanan kebudayaan dengan menampilkan keberagaman kegiatan yang diselenggarakan. Dalam membingkai siaran pers, humas Kemendikbud, banyak menggunakan kutipan sumber dan juga fitur nonverbal untuk menggambarkan Pekan Kebudayaan Nasional.
Copyrights © 2022