Era digital banking yang semakin berkembang pesat memaksa perbankan untuk berlomba-lomba menciptakan layanan terbaik yang mampu memenuhi harapan konsumen terhadap layanan digital agar dapat mempertahankan loyalitas konsumen kepada bank. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh Perceived Risk, Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Trust, dan Attitude Towards The Service terhadap Intention To Use. Metode penelitian yang digunakan adalah PLS-SEM dengan menggunakan perangkat lunak Smart-PLS 4.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah perbankan swasta yang menggunakan layanan digital banking di wilayah DKI Jakarta, sehingga untuk memenuhi sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini diawali dengan penyebaran kuesioner yang menggunakan google form, 30 responden sampel pre test dan post test didapatkan sebanyak 192 responden. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa variabel Perceived Risk tidak berpengaruh terhadap Attitude Towards the Service. Sedangkan variabel Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Trust dan variabel Attitude Towards the Service berpengaruh positif terhadap Intention to Use. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi perbankan dalam menganalisis apa saja faktor yang diperlukan untuk meningkatkan niat konsumen terhadap digital banking sehingga nasabah menjadi loyal terhadap bank
Copyrights © 2024