Danau Anggi Gida dan anggi Gidji di Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan salah satu sumber penyedia utama kebutuhan air bagi Masyarakat Pegunungan Arfak. Selain potensi sumberdaya air, kedua danau ini juga meiliki peran dalam pemanfaatan usaha tani nelayan serta destinasi wisata bagi Masyarakat setempat. Pemerintah kabupaten Pegunungan Arfak telah mencananggkan diri sebagai Kabupaten Konservasi dengan menndorong kedua objek danau ini sebagai destinasi wisata andalan berbasis ekologi dan konservasi di Pegunungan Arfak. Namun hingga saat ini, focus pengelolaan Kawasan tersebut masih belum jelas dan tumpeng tindih antara pemilik ulayat, pemerintah kabupaten dan provinsi serta balai konservasi sumberdaya alam, dan balai wilayah Sungai Papua Barat. Kondisi ini diperparah dengan terjadinya alih fungsi lahan dan kekeringan ekstrim yang mengakibatkan kebakaran hutan di wilayah tersebut beberapa waktu lalu sehingga menimbulkan penyusutan debit air dan rusaknya lingkungan sekitar. Keberhasilan pengelolaan sumberdaya air termasuk danau di dalamnya antara lain ditentukan oleh faktor kelembagaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan peran kelembagaan pengelolaan danau anggi berdasarkan kebutuhan dan karakteristik danau. Metode yang digunakakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM) yang diterapkan pada kasus danau Anggi Gida dan Anggi Gidji. Pengelolaan danau ini ditujukan untuk menjaga fungsi hirdrologi berupa fungsi pengendalian banjir dan cadangan air permukaan, pemanfaatan budidaya perikanan, serta destinasi wisata. Persoalan-persoalan yang terkait dengan batas yuridis kawasan, koordinasi dan komunikasi antar pihak, serta aturan/kebijakan yang belum memadai menjadi kendala utama dalam pengelolaan danau. Hal ini menjadi latar belakang diperlukannya kajian pengelolaan danau anggi berbasis kelembagaan.
Copyrights © 2024