Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Vol 20, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik

KOMUNIKASI TRANSENDENTAL PADA RITUAL KAPONTASU DALAM SISTEM PERLADANGAN MASYARAKAT ETNIK MUNA

Hardin M.Si (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Haluoleo Kendari)



Article Info

Publish Date
15 Aug 2016

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual kapontasu dalam kaitannya dengan komunikasi transendental dan menganalisis simbol-simbol yang terdapat di dalamnya berupa bhatata (mantra), sesaji, bahan-bahan ritual, serta waktu dan tempat  pelaksanaan ritual kapontasu untuk menemukan makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kecamatan  Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritual kapontasu  terdiri dari 3 tahap yaitu (1) tahap pra-pelaksanaan ritual  kapontasu meliputi: (a) pemeriksaan keadaan tanah, (b) detughori (menebang pohon); (c)  petani membabat rumput; (d) pembakaran rumput yang sudah dibabat; (e) petani membersihkan lahan; (f) petani memagar kebun; (2) tahap pelaksanaan, meliputi: (a) penentuan waktu pelaksanaan ritual kapontasu; (b) penentuan tempat pelaksanaan ritual kapontasu; (c) perlengkapan dan bahan sesaji ritual kapontasu; (d) pelaksanaan ritual  kapontasu; (3) kegiatan terakhir adalah menanam. Ritual kapontasu merupakan praktik komunikasi transendetal yang dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi dengan makhluk halus agar padi ladang yang ditanam petani berhasil dipanen dan tidak mengalami gangguan yang datangnya dari bangsa jin. Tujuannya adalah  a) untuk memberi makan makhluk halus (jin) agar tidak mengganggu tanaman padi ladang petani; b) untuk mengusir segala bentuk penyakit pengganggu padi pada saat berbuah; c) untuk menghindarkan petani dari penyakit akibat gangguan makhluk halus.Kata kunci: komunikasi transendental, makna, ritual kapontasu, masyarakat etnik Muna ABSTRACT               This study aimed to describe the process ritual of kapontasu in relation to communication transcendental and analyze the symbols contained in it be bhatata (mantra), offerings, materials ritual, as well as the time and place ritual of kapontasu to find meaning contained in it. This study used descriptive qualitative method. This study will be conducted in the District kusambi, Muna West, Southeast Sulawesi Province.               The results showed that the implementation ritual of kapontasu consists of three stages: (1) pre-implementation ritual of kapontasu including: (a) examination of the state of the ground, (b) detughori (cut trees); (c) farmers chop the grass; (d) the burning of grass that have been cleared; (e) farmers clearing land; (f) the farmer fence garden; (2) the stage of implementation, including: (a) the timing of the implementation ritual of kapontasu; (b) the determination of the place ritual of kapontasu; (c) equipment and materials ritual of kapontasu offerings; (d) the implementation ritual of kapontasu; (3) The last activity was farming. Ritual of kapontasu transendetal communication is a practice that can serve as a means of communication with the spirits so that the rice fields are planted by farmers successfully harvested and is not susceptible to interference coming from the jinn. The aim is a) to feeding the spirits (jinn) so as not to disturb the rice crop farmers' fields; b) to expel any form of disease at the time of fruiting rice bullies; c) to prevent farmers from diseases caused by disorders delicate creatures. Keywords: communication transcendental, meaning, ritual kapontasu, ethnic communities Muna 

Copyrights © 2016