Penelitian ini di latar belakangi dari fenomena keberadaan seni pertunjukan wayang kulit yang ada di Desa Kalicinta. Penelitian ini hendak membahas respon generasi muda suku jawa terhadap makna pesan komunikasi yang terkandung dalam seni pertunjukan wayang kulit, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang berupa teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Estetika dari Immanuel Kant. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Respon Generasi muda suku jawa terhadap seni pertunjukan wayang kulit terbilang rendah dikarenakan keterbatasan bahasa yang di gunakan oleh dalang, dan generasi muda lebih cenderung dengan kebiasaan bermain alat elektronik seperti gaget serta kurang nya pendidikan tentang budaya dan sejarah. Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa respon generasi muda terhadap makna pesan seni pertunjukan wayang kulit kurang mendapati respon yang positif karena bahasa yang disampaikan dalam pertunjukan wayang kulit menggunakan bahasa daerah sehingga kalangan generasi muda sulit untuk memahami makna pesan yang terkandung dalam seni pertunjukan wayang kulit tersebut.
Copyrights © 2024