Menentukan sejauh mana regulasi diri mempengaruhi korelasi dari penggunaan media sosial yang berlebihan dengan technostress, serta dampak media sosial overload terhadap technostress, adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini diikuti oleh mahasiswa akuntansi S1 angkatan 2020-2022. Melalui penggunaan purposive sampling, informasi dikumpulkan dari seratus orang. Data penelitian berasal dari data primer, yang disebarkan dengan jenis data kuantitatif melalui google form. Faktor terbesar yang menyebabkan tingkat stres teknologi yang lebih tinggi adalah penggunaan media sosial yang berlebihan, menurut temuan ini. Mengenai pengaturan diri sebagai faktor moderasi, temuan menunjukkan bahwa komponen ini tidak memiliki pengaruh moderasi pada hubungan antara kelebihan media sosial dan technostress.
Copyrights © 2024