Desa Mundu, Kecamatan Tulung merupakan salah satu sentra peternakan sapi perah di Klaten. Keberadaan peternakan berimplikasi pada timbulnya limbah serta potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas peternakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan ekonomi dan analisis non-finansial pada usaha sapi perah yang menggunakan biodigester dan non-biodigester. Penelitian dilakukan di Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 dengan menggunakan metode survei lapang, kuesioner, dan wawancara sebanyak 40 peternak. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan kriteria peternak sapi perah yang telah menerapkan pengolahan limbah ternak dengan biodigester dan non-biodigester. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan peternak dan sekunder diperoleh dari dinas terkait. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif, kuantitatif, dan nilai ekonomi. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui perbandingan kelayakan ekonomi usaha sapi perah skala kecil di peternak yang menggunakan biodigester dan non-biodigester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kelayakan ekonomi pada usaha sapi perah yang menggunakan biodigester memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sedangkan non-biodigester lebih rendah. Namun, kedua usaha sapi perah memiliki nilai NPV, Net B/C, IRR, dan payback period secara ekonomi layak untuk dijalankan. Analisis sensitivitas terhadap biaya perbaikan biodigester tidak mempengaruhi usaha sapi perah secara signifikan. Analisis switching value penurunan harga jual produksi susu sapi perah berpengaruh sangat signifikan, sedangkan pada kenaikan harga pakan konsentrat dan ampas tahu tidak berpengaruh signifikan pada usaha sapi perah.
Copyrights © 2024