Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program penanggulangan TB menggunakan bukti-bukti untuk pengambilan keputusan dan kebijakan kesehatan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Kota Sawahlunto. Sampel terdiri dari 11 informan yang dipilih secara purposive, termasuk Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto dan beberapa puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi, dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas di Kota Sawahlunto hanya mencapai 40,38% dari target penemuan kasus TB, yang seharusnya mencapai 95%. Kendala utama meliputi ketidakcukupan dan beban kerja petugas TB yang berlebihan, kurangnya kader dan peran mereka yang tidak maksimal, ketidakmerataan peningkatan kompetensi, serta sarana prasarana yang kurang memadai dan promosi kesehatan yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun penemuan kasus TB di Kota Sawahlunto telah dilakukan, masih ada tantangan signifikan terkait sumber daya manusia dan stigma masyarakat. Disarankan agar Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto meningkatkan pemenuhan SDM terkait penanggulangan TB dan puskesmas perlu meningkatkan efektivitas promosi kesehatan terkait TB
Copyrights © 2024