Buncis merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis kacang-kacangan dari genus Phaseolus. Turunnya produksi buncis dipengaruhi oleh kurang optimalnya teknik budidaya khusus tentang penggunaan pupuk. Upaya dalam meningkatkan hasil tanaman buncis yaitu dengan meningkatkan bahan organik melalui pemberian pupuk kandang serta memanfaatkan mikroorganisme seperti PGPR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR pada tanaman buncis. Penelitian dilakukan dengan menggunkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perbedaan dosis pupuk kandang dan faktor kedua adalah perbedaan konsentrasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yaitu pada perlakuan pupuk kandang K0 (0 ton ha-1), K1 (10 ton ha-1) dengan PGPR P0 (tanpa PGPR) secara nyata mampu meningkatkan hasil bobot polong per tanaman sebesar 34,60 g tan-1 dan 41,99 g tan-1. Serta pada perlakuan pupuk kandang K2 (20 ton ha-1) dengan PGPR P2 (2,3 ml l-1) secara nyata mampu menghasilkan bobot polong per tanaman tertinggi sebesar 74,39 g tan-1 .
Copyrights © 2024