Budidaya udang vaname sering kali terjadi masalah yang disebabkan oleh beberapa penyakit, salah satunya adalah White Spot Syndrome Virus (WSSV). Infeksi WSSV biasanya akan mengalami perubahan warna kulit udang menjadi pucat kemerahan dan muncul bintik-bintik putih dengan diameter 0,5-2 mm di bagian kepala dan tubuh. Salah satu upaya pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bekerja secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi WSSV pada udang vaname menggunakan metode Nested-PCR. Metode yang digunakan meliputi preparasi sampel dari 3 udang vaname dengan berat 33,41 gram dan panjang 16 cm, pengambilan DNA dari organ target yaitu insang dan hepatopankreas, amplifikasi DNA, dan elektroforesis dengan kontrol positif NF (941 bp) dan kontrol negatif NR. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga sampel udang vaname negatif WSSV karena pada sampel berada pada ukuran 500 bp sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga sampel udang vaname tidak terinfeksi WSSV.
Copyrights © 2024