Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi terbesar dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan UMKM perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat perannya dalam perekonomian negara. Keberhasilan UMKM ditentukan oleh banyak hal, salah satunya adalah pelabelan dan pengemasan. Kemasan memiliki peran sebagai pelindung produk dari kerusakan, sedangkan pelabelan berfungsi untuk memperluas jangkauan pasar. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM melalui pelatihan pelabelan pada kemasan di Ngroto, Wonogiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Dalam hal ini, kelompok masyarakat yang dimaksud adalah seluruh produsen UMKM yang ada di Ngroto. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2023 yang dapat dirinci dalam lima tahap, yaitu tahap inkulturasi, discovery, design, define, dan reflection. Selain memperluas pemahaman para pelaku UMKM tentang urgensi pelabelan dan pengemasan, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga telah menghasilkan beberapa label produk UMKM.
Copyrights © 2024