Proyek pembangunan gedung kelas baru melibatkan sembilan pekerja dengan risiko keselamatan kerja pada pengerjaan struktur, seperti pondasi, tie beam, sloof, dan kolom. Analisis Job Safety Analysis (JSA) mengidentifikasi potensi bahaya fisik, seperti tertusuk material, tergores alat kerja, tertimpa bahan, terjepit, tersandung, terpeleset, dan terjatuh, serta ancaman ergonomi akibat gerakan berulang. Masalah utama adalah rendahnya kesadaran K3, pengawasan operasional yang kurang optimal, dan minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Rekomendasi pengendalian mencakup edukasi SOP dan penyediaan APD lengkap. Implementasi strategi ini bertujuan meningkatkan kesadaran K3, pengawasan yang lebih efektif, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, serta meminimalkan potensi bahaya dan risiko kecelakaan.
Copyrights © 2025