Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan gagasan St. Thomas Aquinas mengenai jiwa manusia. Selain itu, tulisan ini merupakan suatu respon atas berbagai kesalahpahaman tentang jiwa manusia. Jiwa, bagi St. Thomas, bukan hanya sebagai prinsip kehidupan, aktivitas dan organisasi tubuh tapi lebih dari itu yakni sebagai prinsip dari eksistensinya. Jiwa sebagai prinsip eksistensi yang memiliki karekter intelektual atau spiritual adalah substansi tidak lengkap yang memiliki kecenderungan natural untuk bersatu dengan tubuh membentuk substansi manusia lengkap. Kesatuan jiwa dan tubuh adalah kesepadanan partikular yang tidak dapat ditransmisikan kepada yang lainnya. Sebagai substansi, jiwa adalah immortal; ia tidak dapat hancur karena eksistensinya berasal dari eksistensi sang Absolut. Untuk tiba pada pencapaian gagasan Aquinas mengenai jiwa maka metode yang digunakan adalah analisa teks, historisme dan ekplanasi.This article aims to present St. Thomas Aquinas’ notion about human soul. In addition, it is also a response to various misunderstandings of the human soul. The soul, for St. Thomas, is not only the principle of life, activity and organization of the body but more than that, namely as the principle of human existence. The soul as the principle of human existence that has an intellectual or spiritual character is an incomplete substance that has a natural tendency to unite with the body to form a complete human substance. The unity of soul and body is a particular equivalence that cannot be transmitted to others. As a substance, the soul is immortal; it cannot be destroyed because its existence comes from the existence of the Absolute. To arrive at the achievement of Aquinas’ ideas about the soul, the methods used are text analysis, historicism and explanation.
Copyrights © 2024