Perkembangan teknologi nampaknya merambah pada perpustakaan. Dapat dilihat banyaknya bermunculan sumber informasi perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi informasi termasuk ijogja. Ijogj dikembangkan oleh pemerintah Provinsi Yogyakarta dan dinaungi oleh (BPAD) Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta. Diharapkan aplikasi ijogja dapat digunakan secara maksimal oleh penggunanya. Maka dari itu sudah menjadi keharusan teknologi informasi tersebut mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh dari observasi secra langsung dan dokumentasi. Hasil dari penelitian aplikasi ijogja memiliki banyak seklai fitur yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh penggunanya. Dengan pemilihan warna, tata letak, dan icon yang sudah difikirkan dengan baik. Namun, dibalik kelebihannya tersebut palikasi ijogja juga memiliki kekurangan yang dapat diperbaiki agar dapat digunakan secara maksimal. Technological developments seem to be spreading to libraries. It can be seen that many library information sources have emerged using information technology, including Ijogja. Ijogj was developed by the Yogyakarta Provincial government and is overseen by (BPAD) the Yogyakarta Regional Library and Archives Agency. It is hoped that the Ijogja application can be used optimally by its users. Therefore, it has become a necessity for information technology to develop according to the needs of its users. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach, data is obtained from direct observation and documentation. The results of the research show that the Ijogja application has many features that can be utilized optimally by its users. With the choice of colors, layout and icons that have been well thought out. However, behind these advantages, application of ijogja also has disadvantages that can be corrected, so that can be corrected to that it can be used optimally.
Copyrights © 2024