JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024

The Relationship Between The History Of Exclusive Breastfeeding And The History Of Complementary Feeding Of Breast Milk (MP-ASI) To The Incidence Of Stunting

Patimah, Siti (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Nov 2024

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak buruk pada kualitas hidup anak. Saat ini, ada sekitar 162 juta anak balita yang mengalami stunting. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2021 pada tahun 2018 sebesar 30,8% dan pada tahun 2019 Provinsi Bangka Belitung prevalensinya sebesar 4,3%, pada tahun 2020 sebesar 3,3% sedangkan pada tahun 2021 naik menjadi 5,9%.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor terkait kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Bakam tahun 2022Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case control, Sampel yang dibutuhkan adalah 59 sampel kelompok kontrol dan kelompok kasus sehingga total sampel yang dibutuhkan adalah 118 balita, Tes statistik menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil uji Chi Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting (P-Value 0,002). Hasil uji Chi Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara MP-ASI dengan kejadian stunting (P-Value 0,014), jika dari semua variabel P-value adalah 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara variabel independen dan variabel dependen.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara riwayat ASI eksklusif,  dan  riwayat MP-ASI terhadap kejadian stunting.Saran: Untuk mencegah kejadian stunting yaitu  dapat memaksimalkan pemberian ASI eksklusif dan pemberian  MP-ASI yang berkualitas yaitu memenuhi menu seimbang seperti ( karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, sayur, buah dan ASI/susu). Kata Kunci: Stunting, ASI Ekslusif, MP-ASI ABSTRACT Background: Stunting is one of the nutritional problems that has a bad impact on children's quality of life. Currently, there are around 162 million children under five years old who are stunted. Based on data from the Ministry of Health in 2021 in 2018 it was 30.8% and in 2019 Bangka Belitung Province the prevalence was 4.3%, in 2020 it was 3.3% while in 2021 it rose to 5.9%.Purpose:  Knowing the factors related to the incidence of stunting in the Bakam Health Center Work Area in 2022Methods:  This study is an observational research with a case control research design, The samples needed are 59 samples  control group and case group so that the total sample needed is 118 toddlers, Test statistic used Chi Square test.Results: The results of the Chi Square test showed a significant relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence (P-Value 0.002). The results of the Chi Square test showed a meaningful relationship between MP-ASI and stunting incidence (P-Value 0.014), if of all the variables the P-value is 0.05, then H0 is rejected, which means that there is a meaningful relationship between the independent variable and the dependent variable.Conclusion: There is a significant relationship between exclusive breastfeeding and MP-ASI on stunting incidenceSuggestions; To prevent stunting events, it is possible to maximize exclusive breastfeeding and the provision of quality MP-ASI, namely fulfilling a balanced menu such as (carbohydrates, animal and vegetable proteins, fats, vegetables, fruits and breast milk). Keywords: : Stunting, Exclusive Breastfeeding, MP-ASI

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

kebidanan

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini ...