Perusahaan properti sangat menarik untuk dicermati atau diteliti. Dengan perkembangan industri yang pesat. Sektor ini juga berperan dalam pembangunan Indonesia. Masa Covid-19 memberikan pengaruh penurunan yang signifikan pada industri properti sekitar 60% walau sebelumnya juga pertumbuhan sebelum tahun 2019 hanya berkisar 10%. Situasi ini dapat menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Demi menjaga agar perusahaan dapat terus ada baiknya untuk mendeteksi awal kesulitan keuangan. Deteksi awal dapat berpeluang untuk memperbaiki segala kemungkinan perusahaan akan jatuh dalam kebangkrutan. Dalam dunia usaha setiap perusahaan mempunyai metode tersendiri dalam menduga kesulitan keuangan. Dipelopori dengan Altman pada tahun 1968 ada beberapa rasio keuangan yang mengikutinya. Dengan sampel delapan perusahaan yang mengalami kesulitan menduga dengan beberapa perhitungan model prediksi kebangkrutan. Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode yakni Altman Z Score, Springate S Score dan juga Taffler T Score. Nilai prediksi paling rendah adalah Springate yang menunjukkan kekuatan rendah sekitar 12,5 kemudian disusul oleh Altman 25 % sedangkan nilai dari Taffler adalah sekitar 50%. Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan ada perbedaan antara ketiga kelompok metode penelitian prediksi kebangkrutan ini.
Copyrights © 2024