Pendidikan merupakan bidang yang paling penting dalam usaha menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan anak bukan hanya mengenai pendidikan akademik, namun juga pendidikan non akademik seperti keterampilan anak. Desa Wayang, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, terus berusaha untuk meningkatkan pendidikan melalui fasilitas sekolah formal, taman pendidikan Al-Qur’an, dan lembaga bimbingan belajar bernama Sanggar Belajar Wayang. Tim pengabdian masyarakat menemukan potensi yang dapat dikembangkan dari anak-anak Sanggar Belajar Wayang melalui pendekatan Asset Based Community-driven Development (ABCD). Guna meningkatkan potensi yang dimiliki oleh anak sanggar belajar, maka tim pengabdian masyarakat melaksanakan kegiatan Pojok Belajar. Kegiatan Pojok Belajar merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan pendampingan terhadap anak-anak di Sanggar Belajar Wayang dalam mengembangkan keterampilan. Kegiatan Pojok Belajar difokuskan pada kegiatan pembelajaran non akademik atau keterampilan, yang terdiri dari pendampingan pembuatan kerajinan tangan dan pendampingan peningkatan jiwa leadership dan followership melalui outbound. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa anak sanggar belajar harus terus didampingi guna meningkatkan keterampilan, kreativitas, percaya diri, dan kerjasama yang baik. Diharapkan pihak Sanggar Belajar Wayang dapat merutinkan kegiatan pendampingan agar mampu mengoptimalkan kreativitas dan keterampilan anak di Desa Wayang.
Copyrights © 2024