Proses pencapan zat warna reaktif pada kain kapas umumnya menggunakan pengental alginat, namun harganya relatif mahal karena ketersedian alginat mulai terbatas. Salah satu alternatif pengental untuk pencapan dengan harga yang lebih murah yaitu menggunakan guar gum. Pada pencapan menggunakan zat warna reaktif menggunakan pengental alginat sering ditambahkan urea untuk memberikan kelembapan selama proses fiksasi sehingga pewarna dapat masuk ke dalam serat dengan baik. Hal tersebut mendorong perlunya dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi guar gum dan urea terhadap hasil pencapan zat warna reaktif pada kain kapas. Pada penelitian ini dilakukan proses pencapan pada kain kapas menggunakan zat warna reaktif dengan memvariasikan guar gum sebesar 500, 600, 700, dan 800 g/kg dan urea sebesar 60, 80, 100 g/kg. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian viskositas, ketuaan warna, ketajaman motif, kekakuan kain, dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi guar gum dan urea berpengaruh terhadap ketuaaan warna, ketajaman motif dan kekakuan kain, namun tidak berpengaruh pada ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Konsentrasi guar gum juga berpengaruh pada viskositas pasta. Semakin besar konsentrasi guar gum maka semakin tinggi nilai viskositas pasta cap. Nilai optimum diperoleh dari hasil pencapan dengan konsentrasi guar gum 500 g/kg dan urea 60 g/kg yang memberikan nilai ketuaan warna tertinggi yaitu 15,3081 dan nilai ketajaman motif 4,6. Selain itu kekakuan kain dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan memiliki hasil yang baik.
Copyrights © 2024